Kafarat adalah denda atau tebusan yang harus dibayarkan oleh seseorang karena telah melanggar aturan tertentu dalam Islam. Kafarat berfungsi sebagai bentuk penebusan dosa agar pelanggaran yang dilakukan tidak terhitung sebagai dosa, baik di dunia maupun akhirat. Meski terdapat ketentuan kafarat, tapi sebaiknya sebagai umat Islam, sebaiknya menjauhi larangan Allah SWT. dan melaksanakan perintah-Nya.

Dalil Tentang Kafarat

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Maidah ayat 89 tentang kafarat:

“Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak disengaja (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kafaratnya (denda pelanggaran sumpah) ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu atau memberi mereka pakaian atau memerdekakan seorang hamba sahaya. Barang siapa tidak mampu melakukannya, maka (kafaratnya) berpuasalah tiga hari. Itulah kafarat sumpah-sumpahmu apabila kamu bersumpah. Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan hukum-hukum-Nya kepadamu agar kamu bersyukur (kepada-Nya).”

Kafarat dalam Islam

1. Kafarat untuk Puasa Ramadhan

Jika seseorang membatalkan puasa secara sengaja (misalnya makan atau berhubungan suami istri di siang hari Ramadan tanpa alasan yang dibenarkan), maka ia wajib membayar kafarat dengan urutan berikut:

  • Memerdekakan budak (jika memungkinkan, tapi sudah tidak berlaku di zaman sekarang).
  • Jika tidak sanggup, maka berpuasa dua bulan berturut-turut tanpa terputus.
  • Jika tidak sanggup berpuasa, maka bisa memberi makan 60 orang miskin (setiap orang mendapat sekitar satu mud makanan, ±0,6 kg beras).

 Hadis Rasulullah ﷺ:

“Barang siapa membatalkan puasanya di bulan Ramadan dengan sengaja, maka ia harus memerdekakan seorang budak, atau berpuasa dua bulan berturut-turut, atau memberi makan enam puluh orang miskin.” (HR. Muslim No. 1111)

2. Kafarat untuk Melanggar Sumpah

Jika seseorang bersumpah atas nama Allah, lalu melanggarnya, maka ia harus membayar kafarat dengan salah satu dari tiga pilihan berikut:

  • Memberi makan 10 orang miskin (seukuran makanan yang biasa dimakan sehari-hari).
  • Memerdekakan seorang budak (jika masih berlaku).

Jika tidak mampu melakukan salah satu dari dua pilihan di atas, maka wajib berpuasa selama tiga hari berturut-turut.

📖 Firman Allah:

“Maka kafarat (melanggar sumpah) adalah memberi makan sepuluh orang miskin, atau memberi pakaian kepada mereka, atau memerdekakan seorang budak. Jika tidak mampu, maka berpuasa tiga hari.” (QS. Al-Ma’idah: 89)

3. Kafarat untuk Pembunuhan Tidak Sengaja

Jika seseorang membunuh tanpa sengaja, maka ia wajib:

  • Memerdekakan seorang budak (jika ada).
  • Jika tidak bisa, maka harus berpuasa dua bulan berturut-turut.
  • Membayar diyat (denda darah) kepada keluarga korban.

📖 Firman Allah:

“Barang siapa membunuh seorang mukmin tanpa sengaja, maka (wajib baginya) memerdekakan seorang budak yang beriman dan membayar diyat yang diserahkan kepada keluarganya… Tetapi jika dia tidak mendapatkannya, maka wajib berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai bentuk taubat kepada Allah.” (QS. An-Nisa: 92)

Luaskan Manfaat dengan Membayar Kafarat di Relawan Nusantara

Membayar kafarat tidak hanya sekadar memenuhi kewajiban agama, tetapi juga menjadi ladang kebaikan bagi sesama. Melalui Relawan Nusantara, Anda dapat menyalurkan kafarat dalam bentuk bantuan makanan bagi mereka yang membutuhkan, seperti kaum dhuafa, anak yatim, dan keluarga prasejahtera. Dengan begitu, bukan hanya dosa yang ditebus, tetapi juga manfaat yang meluas bagi banyak orang.

Mari luaskan manfaat dengan membayar kafarat melalui Relawan Nusantara!